Beranda / TECH / Iklan IM3 Soal Zakat Ditarik, Indosat Minta Maaf Setelah Tuai Reaksi Publik

Iklan IM3 Soal Zakat Ditarik, Indosat Minta Maaf Setelah Tuai Reaksi Publik

idnnews24.com – Belum lama tayang, tapi sudah keburu ramai. Iklan IM3 yang menyinggung soal zakat itu akhirnya di tarik. Bukan karena kampanyenya selesai, tapi karena respons publik yang datang—cepat, dan cukup keras.

Indosat Ooredoo Hutchison memilih langkah yang, dalam situasi seperti ini, bisa di bilang paling aman: menarik materi iklan sekaligus menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Dalam pernyataan resminya, perusahaan bilang tidak pernah ada niat untuk menyinggung siapa pun. Pesan yang disampaikan, menurut mereka, tidak di maksudkan menimbulkan tafsir yang sensitif. Tapi kenyataannya, reaksi publik berkembang ke arah sana.

Dan itu yang jadi pertimbangan utama.

Iklan tersebut memang sempat di persoalkan karena di anggap kurang pas—mengaitkan pesan komersial dengan praktik ibadah seperti zakat. Buat sebagian orang, itu wilayah yang tidak bisa di campur begitu saja. Ada batas yang, kalau di langgar sedikit saja, langsung terasa.

Tidak semua setuju, tentu. Tapi cukup banyak yang bersuara.

Indosat tampaknya membaca situasi itu dengan cepat. Tidak menunggu terlalu lama. Materi iklan di hentikan, dan perusahaan menyatakan keputusan ini sebagai bentuk tanggung jawab—juga, mungkin, upaya meredam situasi sebelum makin melebar.

Mereka juga menekankan satu hal: masukan dari masyarakat di dengar. Kalimat yang terdengar sederhana, tapi dalam konteks seperti ini, penting untuk di ucapkan.

Di balik itu, ada evaluasi internal yang mulai di siapkan.

Perusahaan menyebut akan memperketat proses peninjauan konten ke depan, terutama untuk materi yang bersinggungan dengan isu sensitif—budaya, kepercayaan, hal-hal yang tidak sekadar soal kreativitas iklan. Karena di titik itu, kesalahan kecil bisa jadi besar.

Dan biasanya, datangnya cepat.

Indosat sendiri menegaskan tidak ada unsur kesengajaan dalam pembuatan iklan tersebut. Ini bukan strategi kontroversial, bukan juga upaya mencari perhatian dengan cara sensitif. Setidaknya, itu yang mereka sampaikan.

Tapi di luar niat, persepsi publik tetap jadi penentu.

Penarikan iklan ini di harapkan bisa meredakan polemik yang sempat muncul. Sekaligus—ini yang mungkin lebih sulit—memulihkan kepercayaan. Karena dalam urusan komunikasi publik, sekali salah langkah, dampaknya bisa bertahan lebih lama dari durasi iklannya sendiri.

Dan untuk kasus seperti ini, pelajarannya cukup jelas. Tidak semua pesan bisa di bungkus jadi promosi. Ada ruang yang perlu di jaga jaraknya.

Tag: