Beranda / BUSINESS / Kolaborasi Global, Jalan Cepat Kuasai Teknologi – Perspektif Bappenas

Kolaborasi Global, Jalan Cepat Kuasai Teknologi – Perspektif Bappenas

idnnews24 – Ada pengakuan jujur terucap di sebuah forum kebijakan: lewat jalur domestik saja, penguasaan teknologi bakal melangkah pelan. Maka opsi paling waras—dan paling cepat—adalah membuka lebar pintu kerja sama lintas batas, kata pejabat Bappenas pekan ini.

Bayangkan akses ke lab mutakhir di Seoul, lisensi paten dari Munich, atau kelas daring bareng pakar silikon dari California. Lewat skema transfer pengetahuan seperti itu, para teknisi, peneliti, hingga dosen di Indonesia bisa “mencuri start” beberapa tahun. Adaptasi industri jadi lebih singkat; produk lokal naik level tanpa harus menunggu reinventing the wheel.

Bappenas menekankan satu hal: kolaborasi bukan hanya soal impor alat canggih. Yang lebih mahal nilainya—dan kerap luput—adalah pertukaran otak. Program fellowship, riset bersama, sampai penempatan tenaga ahli asing di pabrik atau kampus Tanah Air di percaya memperkaya kompetensi SDM jauh melampaui tabel anggaran.

Tentu pemerintah tak bisa tinggal diam menonton. Regulasi perlu luwes, birokrasi di pangkas, insentif investasi di gelontorkan. Ekosistem kondusif itu ibarat karpet merah yang meyakinkan mitra global: “Masuklah, kita serius berinovasi.”

Namun pejabat yang sama cepat mengingatkan: kemitraan harus berbuah jangka panjang. Transfer teknologi tanpa simultan membangun kapasitas lokal hanya akan membuat negeri ini abadi sebagai pasar, bukan produsen. Tujuan akhirnya tetap sama—ekonomi berbasis inovasi, di kemudikan tenaga kerja domestik yang terlatih dan percaya diri.

Dengan kata lain, kerja sama internasional adalah akselerator, bukan tongkat penyangga permanen. Dan bila tuas itu di tarik dengan tepat, perjalanan menuju kemandirian teknologi bisa di persingkat sekian putaran.

Tag: